Liburan

Tahun ini saya tidak merasakan sama sekali libur panjang Lebaran. Sebagai karyawan yang belum memiliki hak cuti, serta bekerja di bagian yang harus beroperasi setiap hari, maka saya kebagian jatah piket Lebaran selama yang lainnya cuti. Tidak tanggung-tanggung, saya piket sejak libur 17 Agustus yang lalu sampai hari ini tanggal 26 Agustus. Kontras memang bila dibandingkan rekan-rekan kerja saya yang lain. Mereka memiliki kesempatan melepaskan penat pekerjaan selama hampir 1 minggu lebih untuk berlibur. Ada yang mudik ke kampung halaman, ada juga yang sengaja pergi berlibur karena tidak merayakan Lebaran.

Lantas, saya bertanya sendiri dalam hati. Apakah dengan piket panjang saya ini artinya saya tidak bisa berlibur? Bagi saya, walaupun masih harus tetap masuk kerja, saya justru sebenarnya juga sedang menikmati liburan. Ya, saya berlibur dari kemacetan lalu lintas karena jalanan Jakarta menjadi lengang ditinggal mudik oleh para pengendara baik mobil ataupun motor yang setiap hari bertumpuk di jalan. Selama libur Lebaran, mereka untuk sementara pindah lokasi dan memadati jalur lintas Jawa serta kota-kota di sekitarnya.

Menikmati situasi lengang jalan raya selama seminggu ini benar-benar me-refresh diri saya. Yang biasanya sehari-hari kesal dengan kemacetan, kini justru bisa melaju bebas tanpa hambatan. Tanpa disadari, situasi ini justru membuat saya merasa sangat fresh di tempat bekerja.

Besok, hari Senin menjadi hari pertama orang-orang kembali masuk bekerja. Dapat dipastikan, jalanan Jakarta akan kembali padat dan kacau. Untungnya, saya justru mendapat jatah off di hari itu. Maka saya pun coba menghibur diri sendiri. Orang-orang yang kemarin libur bekerja dan mudik, sesungguhnya justru tidak merasakan sama sekali libur dari kepenatan ber-lalu lintas. Mereka merasakan penat di lalu lintas Jakarta menjelang Lebaran, kemudian merasakan kepenatan macet luar biasa arus mudik dan arus balik, dan begitu kembali beraktivitas kerja mereka sudah langsung disergap situasi rutin macet Jakarta. Sementara saya, setelah satu minggu merasakan macet Jakarta selama arus mudik menjelang Lebaran, kemudian mendapatkan jatah libur dari kemacetan pada saat suasana Lebaran. Ketika orang-orang yang tadinya mudik sudah kembali ke Jakarta dan kembali memadati jalanan ibukota, saya justru terbebas dari itu semua, karena sekarang gantian jatahnya saya mendapat libur!😀

Selamat Idul Fitri 1433 H.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s