DSC_1532

Pantai Semboja, 28 Mei 2010

*Dipublikasikan pertama kali di dalam blog panji-rastra.blogspot.com pada 2 Juni 2010….

***************

Sebagai bagian dari program bersama yang telah disusun oleh pengurus BPK Gerakan Pemuda dan BPK Persekutuan Teruna GPIB Efata Tenggarong, maka pada hari Jumat tanggal 28 Mei 2010 yang lalu telah dilakukan peralihan anggota teruna untuk masuk ke dalam keluarga besar Gerakan Pemuda. Ada 8 orang anggota teruna yang hadir pada serah terima tersebut dari 10 orang yang terdaftar. Sementara dari anggota GP sendiri ada sekitar 25 orang yang turut meramaikan acara yang juga dimaksudkan sebagai refreshing ini. Berikut ini disampaikan secara lengkap kegiatan – kegiatan yang dilakukan pada acara tersebut :
07.00 WITA : Rombongan berangkat dari gereja, terlambat 1 jam dari jadwal yang ditentukan, karena bis yang datang terlambat( begitu juga saya…:D ) dengan didahului oleh doa yang dipimpin oleh Ibu Pdt. Roslyn Manoppo (kalo tidak salah ingat). Ada 3 kendaraan yang berangkat pagi itu, yaitu 1 bis Unikarta, 1 mobil gereja, dan 1 mobil milik Kak Rita (Ketua PT).

09.30 WITA : Setelah 2 jam perjalanan, akhirnya rombongan tiba di lokasi acara, langsung disusul dengan Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Ibu Pdt. Roslyn Manoppo.

10.00 WITA : Setelah ibadah selesai, acara akan dilanjutkan oleh acara peralihan, namun sebelumnya terlebih dahulu diadakan ice breaking berupa permainan Tupai dan Pemburu. Yang menarik dari games ini adalah ketika Kak Rita (Ketua PT kami yang enerjik😀 ) turut mengambil bagian dalam permainan dan kebagian peran sebagai Tupai. Cara bermainnya adalah sebagai berikut : Peserta membentuk kelompok 3 orang, kemudian 2 diantaranya berperan sebagai pohon ( posisi saling berpegangan tangan di atas kepala, seperti pada permainan Ular Naga ) kemudian satu orang sebagai tupai ( posisi jongkok dibawah “pohon”). Kemudian ada satu orang yang membacakan cerita tentang kisah Tupai-Pemburu, apabila pembaca cerita kebetulan menyebutkan kata PEMBURU, maka semua “tupai” harus berpindah ke “pohon” yang lain, sementara “pohon” tetap diam di tempat. Apabila pembaca cerita menyebutkan kata ANGIN, maka giliran “pohon” yang harus berpindah tempat mencari “tupai” yang lainnya, dan “tupai” tetap diam di tempat. Terakhir, apabila pembaca cerita menyebutkan kata “BADAI” maka yang ada adalah kekacauan, semua bebas bertukar tempat bahkan peran. Yang tadinya tupai boleh jadi pohon dan demikian juga sebaliknya.

10.30 WITA : Acara dilanjutkan dengan peralihan anggota teruna ke Gerakan Pemuda yang dipimpin oleh Bang Hendrik Sianipar ( Sekretaris BPK PT ). Diawali oleh kata2 “pelepasan” yang disampaikan oleh Kak Rita, dimana beliau menyampaikannya dengan penuh perasaan, karena rekan2 yang dialihkan adalah anak2 layan beliau semenjak masih di BPK PA. Petuah dan nasihat turut disampaikan bagi rekan2 tersebut agar mereka tetap giat bersekutu dan melayani Tuhan dimanapun mereka berada. Kemudian, dari mereka yang dialihkan diwakili oleh Sintiya Kartika Br.Sinuraya Bre.Ginting yang mengucapkan terima kasih bagi kedua Pembina PT tersebut ( pelayan PT maksudnya ) serta mewakili rekan2nya meminta maaf apabila selama mereka dibina ( dilayani maksudnya ) mereka sering membuat kesal. Lanjuuuuutt…dengan “sesorah” dari Ketua Gerakan Pemuda Efata Tenggarong, Kangmas Dwijo Chaswara, yang dengan penuh sukacita menyambut adik2nya ini untuk bersama2 melayani Tuhan dalam BPK GP. Dan setelah episode serah terima yang cukup panjang, perwakilan PHMJ Efata Tenggarong yang hadir yaitu Ketua III Ibu Pnt. Minai Juna Trick (mudah2an ga salah tulis) menutup acara tersebut dengan memberikan sedikit arahan, nasihat dan petunjuk bagi kedua BPK yang beracara pada saat itu. Dan sebelum berfoto bersama, semua rekan GP menyambut rekan2 baru mereka dengan menyalami satu per-satu.

11.30 WITA : Persiapan Makan Siang. Dipimpin oleh Kak Rita, yang langsung berubah fungsi menjadi ibu dari anak2 yang kelaparan, persiapan dilakukan dengan sepenuh hati terutama oleh tim pembakar ikan dari GP yang dikomandani oleh Mr. Ayub Steven. Setelah semuanya siap, maka semua peserta acara langsung menyerbu makanan yang ada, mulai dari aneka macam ikan bakar, aneka sambal, aneka lalapan, aneka kerupuk, dan aneka tumisan ( gapapalah saya sebutkan dengan “aneka” biar bisa menggambarkan kemeriahannya..hehehe )

13.30 WITA GAMES

 

Setelah perut kenyang, maka saatnya tiba untuk bermain beberapa permainan yang telah disiapkan. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok dengan masing2 beranggotakan 6-7 orang. Mereka saling berkompetisi untuk menjadi kelompok terbaik dalam melewati beberapa permainan yang ada, dimulai dari :

1. Bibir Merah Membabi Buta.

Disini setiap kelompok menunjuk 2 orang anggota untuk menjadi peraga, dimana mereka diharuskan memeragakan syair lagu (diambil dari Kidung Jemaat dan lagu sekolah Minggu) untuk kemudian ditebak judul lagunya oleh anggota yang lain. Agar tidak curang, maka mulut mereka pun ditutup oleh karton yang dihiasi gambar bibir merah menyala. Untuk lagu Kidung Jemaat, yang ditebak adalah judulnya, sementara untuk lagu2 sekolah minggu, hanya cukup dinyanyikan saja, karena judulnya banyak sekali versinya. Di babak ini, keempat kelompok berhasil menebak semua pertanyaan yang diberikan, karena aksi ciamik dari para peraga yang tampil ke depan.

2. Baris Berbaris Alkitab

Di babak ini, Setiap kelompok membentuk barisan ke belakang dan di masing-masing punggung anggota ditempelkan karton bertuliskan salah satu kitab PL/PB. Tugas kelompok tersebut adalah untuk menyusun agar barisan tersusun dengan urutan sesuai yang ada di Alkitab. Dalam proses menyusun barisan, DILARANG untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya, termasuk juga memberi isyarat dalam bentuk apapun. Pergerakan yang boleh dilakukan oleh setiap peserta hanyalah BERPINDAH MAJU ke depan anggota yang lainnya. Ada kelompok yang cepat memahami bagaimana cara mereka berkomunikasi ada pula yang hanya bertukar posisi tanpa menghasilkan suatu urutan yang benar…:D

3. Sambung Menyambung Menjadi Satu – Estafet Balok

Diawali dengan setiap kelompok membentuk barisan ke samping, kemudian anggota yang paling ujung (kiri/kanan) memasukkan tali ke dalam baju dan tali tersebut harus tersambung ke anggota yang lainnya sampai ke anggota yang paling akhir. Setelah selesai, maka dilanjutkan dengan permainan estafet balok, dimana setiap kelompok mengutus 2 orang, untuk beradu kecepatan menyusun pijakan dari 5 buah balok untuk sampai ke garis finish.

4. Kereta Buta

Kelompok berbaris (main kereta2an) dan mata setiap anggota kelompok ditutup, kecuali satu orang yang menjadi masinis di barisan paling belakang. Dalam mengendalikan jalannya kereta, masinis tidak boleh bersuara dan hanya boleh menggunakan isyarat tepukan ke pundak “gerbong” yang ada di depannya. Tepuk pundak kiri berarti belok kiri, tepuk pundak kanan berarti belok kanan, dan tepuk leher berarti jalan lurus. “Stasiun” tujuan yang ditentukan untuk keempat kereta ini sebenarnya tidak menguntungkan untuk kelompok 4 yang dipimpin oleh masinis Uncle Bob, tapi karena kekompakan yang dimiliki, mereka mampu menjadi kereta pertama yang tiba di tujuan, disusul oleh kelompok 1 yang dipimpin oleh Surya. Sementara itu keanehan terjadi di 2 kereta yang lainnya. Kelompok 2 yang dipimpin oleh masinis Mr. Ayub Steven, langsung salah arah semenjak peluit dibunyikan. Ketika kereta yang lain bergerak ke arah kiri, kereta ini malah berputar ke kanan, sehingga menyebabkan pengunjung lain yang ada di pantai tersebut tertawa melihat ulah mereka. Sementara kelompok 3 yang dipimpin masinis Bung Donaldus Bauana, hampir2 menjadi yang tercepat kedua, kalau saja sang masinis tidak terlambat memberikan aba2 untuk belok ke kiri. Akibatnya, gerbong depan kereta tersebut baru melakukan manuver ke kiri selepas stasiun tujuan. Dengan sigap, masinis segera berupaya mengembalikan kereta ke jalur yang benar, namun apa daya akhirnya kereta tersebut hanya bisa berputar2 di depan stasiun tanpa pernah berhasil mencapainya…( stasiun tujuan adalah 2 pohon besar yang berdampingan ).

5. Estafet Race

Adalah permainan gagal yang tadinya terdiri dari 5 games estafet menjadi hanya 2 games. Diawali dengan membawa kelereng dalam sendok, namun yang membawa dalam posisi digendong punggung aleh rekannya. Disini kelompok 3 “berhasil” menemukan ide “cemerlang” dengan menempelkan kelereng ke sendok menggunakan sisa doubletape yang ada. Sehingga mereka bisa berlari sekencang2nya. Lomba kemudian dilanjutkan dengan “Atomic Bomb Race” yaitu permainan sebagai berikut : Satu orang membawa air dalam gelas aqua dimana air tersebut tidak boleh tumpah. Namun dalam berjalan mereka tidak boleh menyentuh “batas” yang dijaga oleh teman2 yang lainnya. Karena tidak ada yang berhasil mengambil foto untuk games ini, maka saya jelaskan seperti ini : Bayangkan si pembawa air tadi dengan mengenakan hulahup di pinggangnya, tapi ketika berjalan, hulahup ini tidak boleh menyentuh pinggang/tubuh dari si pembawa air. Supaya hulahup bisa tetap mengikuti gerakan pembawa air, maka hulahup tadi diikatkan ke tali yang ujung2nya dipegang oleh anggota kelompok yang lain, sehingga aturannya adalah, pembawa air dan anggota kelompok lain yang memegang tali harus sehati dan seirama ketika melangkahkan kaki, agar si pembawa air bisa berjalan lancer tanpa harus menyentuh hulahup.

15.00 WITA Acara Bebas

Setelah rangkaian games diatas, peserta kemudian bebas menikmati waktu yang tersisa, ada yang memilih untuk santai sambil tidur2an menikmati angin pantai, ada yang bermain gitar, dan banyak yang berjalan menyusuri pantai untuk mencari lokasi2 yang bagus untuk bisa berfoto ria (untuk tambahan koleksi foto di Facebook…:D )

18.00 WITA Kembali ke Tenggarong

Setelah puas bergaya, berenang, bersantai dan segalanya, maka setelah mandi dengan muka yang mulai menunjukkan kelesuan, rombongan kembali menaiki bis yang akan membawa kembali ke Tenggarong tercinta.

Demikian sedikit laporan yang bisa saya sajikan dari kegiatan Ibadah Peralihan PT-GP GPIB Efata Tenggarong pada 28 Januari lalu, kiranya rekan2 GP dan Pengurus PT GPIB Efata Tenggarong tetap bisa bersemangat kedepannya untuk kembali membuat acara seperti ini yang bahkan lebih menarik, lebih meriah , dan lebih bermanfaat tentunya.

**Ditulis sedemikian rupa untuk rekan-rekan sepelayanan di Persekutuan Teruna, terkhusus untuk Nurpuspa Latamaosindi ( rekan sepelayanan Teruna di GPIB Silih Asih Bandung dan rekan sePaguyuban Waslak…:D )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s