100 Tahun Muhammadiyah : Membangun Umat, Membangun Bangsa dan Negara

Sejarah mencatat, di awal abad ke-20 telah tumbuh suatu gerakan dari dalam masyarakat yang dipelopori oleh para intelektual yang merasa gelisah atas situasi keterbelakangan yang dialami oleh bangsa yang saat itu sedang berada di dalam kekuasaan penjajah selama ratusan tahun. Gerakan-gerakan ini berupaya untuk membangkitkan kesadaran masyarakat atas potensi-potensi yang mereka miliki untuk bisa menjadi bangsa yang maju dan bermatabat.

KH Ahmad Dahlan adalah salah satu dari para tokoh intelektual tersebut, yang melihat masalah dengan menggunakan sudut pandang agama yang diyakininya (Islam). Beliau berpendapat bahwa situasi kemunduran yang dialami umat Islam pada masa itu disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sesuai atau tidak tepat dengan ajaran Islam. Didahului dengan merintis sebuah “sekolah Islam” yang secara informal dikembangkan di rumahnya, KH Ahmad Dahlan mulai bergerak untuk menjawab kegelisahannya. Sekolah yang didirikan pada tahun 1911 di kampung Kauman Yogyakarta tersebut, merupakan ”Sekolah Muhammadiyah”, yakni sebuah sekolah agama, yang tidak diselenggarakan di surau seperti pada umumnya kegiatan umat Islam waktu itu, tetapi bertempat di dalam sebuah gedung milik ayah Kyai Dahlan, dengan menggunakan meja dan papan tulis, yang mengajarkan agama dengan dengan cara baru, juga diajarkan ilmu-ilmu umum.

Dari sinilah kemudian lahir gagasan untuk mendirikan organisasi Muhammadiyah tersebut yang selain dimaksudkan untuk mengaktualisasikan pikiran-pikiran pembaruan Kyai Dahlan,juga secara praktis-organisatoris untuk mewadahi dan memayungi sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah yang didirikannya itu. Dalam konteks pada masa itu, langkah KH Ahmad Dahlan dalam menyelenggarakan “Sekolah Muhammadiyah” merupakan sebuah langkah pembaruan yang bersifat “reformasi” dalam merintis pendidikan “modern” yang memadukan pelajaran agama dan umum. Menurut Kuntowijoyo, gagasan pendidikan yang dipelopori Kyai Dahlan, merupakan pembaruan karena mampu mengintegrasikan aspek ”iman” dan ”kemajuan”, sehingga dihasilkan sosok generasi muslim terpelajar yang mampu hidup di zaman modern tanpa terpecah kepribadiannya (Kuntowijoyo, 1985: 36). Lembaga pendidikan Islam ”modern” bahkan menjadi ciri utama kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah, yang membedakannya dari lembaga pondok pesantren kala itu. Pendidikan Islam “modern” itulah yang di belakang hari diadopsi dan menjadi lembaga pendidikan umat Islam secara umum.

Dari sini kita bisa melihat bahwa konsep gerakan yang dipimpin oleh KH Ahmad Dahlan adalah suatu konsep yang menekankan pada pentingnya pembangunan kualitas manusia (umat Islam) dalam hal akhlak dan pendidikan. KH Ahmad Dahlan menjawab tantangan atas permasalahan yang dihadapi pada saat itu dengan mengedepankan nilai-nilai dari ajaran Islam yang diyakininya. Dalam hal pembaruan, KH Ahmad Dahlan juga mengangkat suatu pembaruan Islam yang cukup orisinal yang dapat dirujuk pada pemahaman dan pengamalan Surat Al-Ma’un. Gagasan dan pelajaran tentang Surat Al-Maun, merupakan contoh lain yang paling monumental dari pembaruan yang berorientasi pada amal sosial-kesejahteraan, yang kemudian melahirkan lembaga Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKU). Langkah momumental ini dalam wacana Islam kontemporer disebut dengan ”teologi transformatif”, karena Islam tidak sekadar menjadi seperangkat ajaran ritual-ibadah dan ”hablu min Allah” (hubungan dengan Allah) semata, tetapi justru peduli dan terlibat dalam memecahkan masalah-masalah konkret yang dihadapi manusia. Inilah ”teologi amal” yang tipikal (khas) dari Kyai Dahlan dan awal kehadiran Muhammadiyah, sebagai bentuk dari gagasan dan amal pembaruan lainnya di negeri ini.

Misi pembangunan umat yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah sejatinya turut mendorong lahirnya generasi-generasi baru yang di kemudian hari ikut berperan dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Dan dalam konteks masa kini, pembangunan umat tersebut dilaksanakan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang hidup sesuai dengan ajaran Islam yang dapat memberi nafas bagi kemajuan umat Islam dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Dalam menjalankan misinya, Muhammadiyah memiliki amal usaha yang kegiatannya menyentuh langsung kehidupan masyarakat dan bukannya hanya bergerak pada tataran pemikiran teoretis semata. Database Persyarikatan Muhammadiyah mencatat saat ini terdapat 10.381 lembaga pendidikan (TK/TPQ, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Perguruan Tinggi) serta 457 rumah sakit yang bernaung di bawah Muhammadiyah. Suatu perkembangan luar biasa terhadap suatu gerakan yang pada awalnya lahir dari tekad untuk menegakkan kemurnian ajaran agama.

Hal inilah yang kemudian menarik untuk kita renungkan bahwa sebagai suatu gerakan agama, Muhammadiyah melaksanakannya dengan suatu konsep yang membangun dan bukannya merusak melalui pemaksaan seperti yang saat ini kerap kita lihat. Muhammadiyah memperjuangkan prinsip kebenaran agama untuk dapat ditegakkan di dalam kalangan mereka sendiri terlebih dahulu untuk bisa menunjukkan bahwa Islam sesungguhnya adalah rahmat Ilahi bagi semua manusia. Muhammadiyah menegakkan ajaran Islam di Indonesia tanpa mengabaikan prinsip toleransi yang ada di dalam ajaran Islam.

Pembangunan umat yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah dapat dijadikan suatu role model bagi lembaga-lembaga keagamaan lain yang ada di negeri ini dengan saling bertoleransi. Pembangunan umat yang dilaksanakan dalam konsep menegakkan kemurnian ajaran masing-masing dengan tujuan agar dapat membawa kebaikan bagi sesama dalam tataran kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran serta para pemimpin agama sangat diharapkan untuk bisa membawa kesucian ajaran agama bukan hanya hidup dalam konsep teoretis-alam khayal semata, melainkan hidup dan berkembang di dalam perilaku sehari-hari.

 

*Sumber kutipan : Sejarah Singkat Muhammadiyah (www.muhammadiyah.or.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s